Pakaian Ihram Wanita

Sesuai dalam hadits dari Ibnu Umar, ia berkata:


سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَى النِّسَاءَ فِي الْإِحْرَامِ عَنْ الْقُفَّارِ وَالبَقَابِ وَمَا مَسَّ الْوَرْسُ وَالزَّعْفَرَانُ مِنْ القِيَابِ وَلْتَلْبَسُ بَعْدَ ذَلِكَ مَا أَحَبَّتْ مِنْ أَلْوَانِ القِيَابِ مُعَصْفَرًا أَوْ خَزًا أَوْ حُلِيًّا أَوْ سراويل أو قبيصًا


Artinya: "Aku mendengar Rasulullah SAW melarang wanita yang sedang ihram memakai sarung tangan, penutup muka, pakaian yang dicelup waras dan ja'faran, ia boleh memakai selain dari itu dari apa yang ia suka dari macam macam pakaian yang dicelup warna kuning atau sutra, atau perhiasan atau celana atau baju." (HR Ahmad, Tirmidzi, & Abu Dawud)


 

Bila seorang perempuan yang berihram memang tidak boleh menggunakan sarung tangan, lantaran termasuk larangan ihram yang telah disebutkan Nabi SAW dalam haditsnya.

 

Bila kaum hawa yang berihram boleh mengenakan pakaian yang disenanginya, dan tidak ada syarat khusus bahwa pakaiannya perlu berwarna tertentu, seperti putih atau lainnya.